Pemadaman Listrik Massal, Masalah atau Peluang?

Krisis energi listrik di Indonesia belakangan ini dirasakan semakin mengganggu semua kalangan masyarakat. Mulai dari perusahaan industri hingga kereta listrik terkena dampaknya. Padahal listrik sudah menjadi kebutuhan primer bagi manusia untuk melangsungkan hidupnya.

Krisis listrik ini dapat dilihat dari 2 segi yakni keprihatinan dan peluang. Bila kita melihat dari segi peluang usaha dan peluang bisnis maka krisis yang kemungkinan tidak akan dapat teratasi dalam waktu yang singkat ini telah membuka satu peluang usaha baru yakni usaha dan bisnis genset (generator set). Ada 2 jenis penawaran yang dapat diberikan yakni sewa atau menjual dengan fasilitas kredit mengingat meningkatnya penjualan genset akhir-akhir ini.

Pangsa Pasar

Pangsa pasar dari usaha dan bisnis genset ini dapat datang dari dunia usaha mikro dan kecil termasuk rumah tangga. Usaha menengah dan besar tidak termasuk dalam target pasar usaha ini karena kebutuhan listrik yang dibutuhkan juga tidak kecil. Usaha mikro dan kecil ini termasuk wartel, warnet, konfeksi, home industry, foto copy, rumah makan termasuk tempat pesta pernikahan. Untuk kalangan rumah tangga datang dari rumah tangga yang memiliki anak kecil/bayi dan ac dirumah.

Hal-hal Yang Dibutuhkan

Hal pertama yang dibutuhkan adalah tempat untuk menata genset yang akan ditawarkan kepada konsumen. Ruangan yang tertata rapi (tidak perlu mewah) akan memberikan kesan yang enak bagi calon pelanggan/pembeli pada saat mereka datang. Hal kedua yang dibutuhkan adalah petugas yang dapat memberikan keterangan yang baik sesuai dengan kebutuhan konsumen. Menganalisa jenis genset yang akan ditawarkan. Apakah itu avr genset, ataukah filter genset atau yang lainnya.

Kendala

Cukup maraknya penjualan spare part genset belakangan ini dapat menjadi salah satu kendala. Namun bila anda dapat menawarkan suatu nilai tambah kepada konsumen maka mungkin krisis kelistrikan ini dapat menjadi berkah untuk anda.

Tips Bila anda ingin berhasil dalam bisnis ini maka hal yang perlu anda tanyakan kepada diri anda sendiri adalah “Mengapa konsumen harus membeli dari anda bila ada pesaing anda yang dapat menawarkan barang yang sama dengan harga yang sama?” Salah satu hal yang dapat anda lakukan adalah dengan bekerjasama dengan usaha yang melakukan servis genset khususnya untuk konsumen yang membeli genset. Bagi penyewa genset mungkin anda dapat berikan discount setelah mereka menyewa genset dari anda untk kesekian kalinya. Atau tidak dikenakan ongkos angkut bila si penyewa minta untuk diantar, dsb. Selain itu juga bisa menawarkan jasa service genset, dan tentunya ini menjadi peluang bagi Anda untuk mengoleksi pelanggan setia. Tinggal Anda cari orang yang ahli dan Anda hanya perlu sebagai pengawas. Tertarik mencoba?

Menjalankan Bisnis Kreasi Karton Box

Keyakinan menjadi modal dasar bagi seseorang untuk membangun dan menjalankan sebuah usaha. Meskipun berbekal skill otodidak, namun dengan keyakinan kuat segala hal yang menjadi penghalang untuk berkembang akan bisa teratasi. Prinsip tersebut yang selama ini dijunjung tinggi oleh Bapak Hery Santoso (47) dalam menjalankan usaha pembuatan beragam produk dari aneka bahan baku. Mengawali usaha tanpa didukung skill yang memadai, bapak yang pernah merasakan menjadi seorang PNS tersebut mencoba menjalankan pembuatan produk berbahan baku kulit pada tahun 1988. Beberapa produk seperti tas kulit, dompet, dan sandal dikerjakan sesuai pesanan di rumahnya Tamanan Banguntapan Bantul.

Setelah industri kulit mengalami penurunan, Pak Hery mencoba mengalihkan fokus usahanya  dengan produksi natural handycraft. Menjamurnya usaha yang menekuni produksi natural handycraft membuat persaingan harga antar sesama pengrajin menjadi tidak sehat. Kondisi tersebut memaksa Pak Hery untuk berfikir keras mempertahankan usahanya agar tidak sampai gulung tikar seperti usaha sejenis. Alhasil, naluri bisnis Pak Hery sekali lagi diuji ketika beliau memutuskan untuk menjalankan produksi aneka karton box berbahan baku vinil.

Berbagai jenis produk seperti box tissue, box buku, box parsel, box sampah, box perhiasan, hingga perabot rumah tangga yang berbahan vinil menjadi produk andalan yang dipasarkan selama ini. “Dalam satu minggu, minimal kami memproduksi 100 pcs karton box berbagai jenis,” kata bapak dua orang putri tersebut. Dibantu 10 orang tenaga produksinya, Pak Hery konsisten menggunakan vinil yang dianggapnya lebih tahan air dan jamur dibandingkan dengan produk berbahan baku natural. “Vinil itu memiliki kelebihan dan kekurangan, untuk kelebihannya selain tahan air dan jamur vinil itu mudah diproduksi, warna dan ukurannya juga mudah disesuaikan, sementara untuk kekurangannya tidak bisa menggunakan sembarang lem, karena sekali melekat, lem tidak bisa dihilangkan,” jelas Pak Hery.

Menurut Pak Hery, dirinya tidak mengalami kesulitan untuk memperoleh bahan baku yang banyak ditemui di pasaran. Harga bahan baku vinil juga bervariasi tergantung kualitasnya. “Harga vinil berada pada kisaran 16.000/ m – 50.000/ m tergantung kualitasnya,” imbuh suami dari Ibu Parwiati tersebut. Bahan baku lain yang selama ini digunakan Pak Hery dalam berproduksi meliputi kerangka box (karton, kardus, triplek, dan MDF), lem, dan kain vooring. “Saat ini kami memiliki 25 jenis produk dengan desain kebanyakan dari pembelinya langsung,” tambah Pak Hery. Para pembeli terutama dari pihak asing biasanya datang langsung ke lokasi produksi Pak Hery untuk menawarkan desain dan diaplikasikan Pak Hery dalam bentuk produk jadi. Diakuinya untuk permintaan dari pihak asing produk yang dihasilkan harus benar-benar perfect dan disesuaikan antara ukuran serta fungsinya.

Untuk proses produksi aneka box miliknya diakui Pak Hery cukup sederhana. “Secara prinsip untuk proses produksi box tersebut hanya terdiri dari proses pemotongan, perakitam, penempelan, dan finishing, walaupun untuk proses finishing vinil tidak terlalu rumit karena hanya dibersihkan saja,” terang Pak Hery. Untuk harga yang ditawawarkan cukup terjangkau, berkisar Rp.15.000,00-Rp.250.000,00/ pcs. Dengan harga seperti itu, dalam sebulan Pak Hery bisa memperoleh omzet 30 juta dengan keuntungan 10-15 %. “Terus terang dari segi keuntungan tidak terlalu besar karena kami hanya memasok pabrik (perusahaan trading) saja, tidak secara aktif melakukan pemasaran ke berbagai wilayah,” tambah beliau.

Secara umum, perkembangan usaha produksi box Pak Hery masih stabil dari segi permintaan. Meskipun peralatan yang digunakan masih manual, namun Pak Hery selalu melakukan control kualitas sebelum barang-barang produksinya dipasarkan.

Di akhir wawancaranya, Pak Hery selalu menekankan untuk memulai menjalankan bisnis kerajinan yang perlu dipertimbangkan adalah tingkat persaingan dan produksi barang. “Sebisa mungkin carilah barang yang masih langka di pasaran dan persaingan yang masih sedikit,” pesan Pak Hery. Tidak lupa, inovasi produk juga memiliki peranan penting dalam menjalankan usaha produksi kerajinan agar barang yang dihasilkan tidak mudah diduplikasi pihak lain.

Semoga artikel ini bisa memotivasi untuk memulai bisnis atau usaha. Karena semua orang berhak untuk menjadi besar dan sukses!